Tentang Kami

Sejarah

Sejarah

SMA Wijaya Putra Surabaya, merupakan salah satu  Sekolah Menengah Atas swasta yang ada di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Sekolah ini dahulu bernama SMA Karman Amat dan berganti nama menjadi SMA Wijaya Putra sekitar pada tahun 2004. 

 

Sekolah ini berkonsep full day school dengan menerapkan proses belajar-mengajar hampir sama dengan jam kerja kantor, mulai pada pukul 07:15-15:00 (ditambah kegiatan peminatan bakat/ekstrakulikuler sampai jam 16.00) dan masuk setiap hari, Senin sampai Jumat. Khusus hari Jumat, jam istirahat berlaku sekali saja yaitu pada pukul 11:30-13.00 karena pada jam ini ada pelaksanakan sholat Jumat dan juga ada kegiatan green and clean (semacam kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah) pada jam 08:00-09.30.

 

Lokasi

Gedung SMA Wijaya Putra Surabaya berada dalam satu kompleks dengan Universitas Wijaya Putra, SMP Wijaya Putra dan SMK Wijaya Putra, lebih tepatnya sekolah SMA Wijaya Putra ini berada di lantai 2 Gedung A. Namun semenjak sekolahan mempunyai gedung baru, maka proses belajar mengajar mulai dipindahkan dari Gedung A ke gedung baru sejak per Juli 2015 dan sekarang Gedung A di tempati untuk Universitas Wijaya Putra. Gedung baru ini terdiri tiga lantai dan gedung baru ini juga berada di dalam satu kompleks dengan Universitas Wijaya Putra, SMP Wijaya Putra dan SMK Wijaya Putra.

Maka tidak heran, tempat duduk di sekolah ini sama seperti bangku kuliah di Universitas yang di mana di kursi tersebut terdapat sebuah meja kecil di sisi kanannya, dan juga tersedia kursi khusus untuk siswa yang bertangan kidal.

Dan Logonya pun sama seperti logo Universitas Wijaya Putra, SMK Wijaya Putra dan SMP Wijaya Putra. Yang membedakannya hanya terletak pada penulisan jenjangnya saja.

 

Seragam

 

Seragam wajib

Sama seperti sekolahan pada umumnya, ketentuan memakai seragam berlaku pada jam sekolah, namun ada sedikit yang berbeda pada hari Rabu di mana ketentuan pemakaian seragam khusus sekolah (berwarna krem) yang baju atasannya tidak dimasukkan kedalam celana dan ini memang sangat berbeda pada sekolah pada umumnya yang kebanyakan memasukkan baju atasannya. Di dalam peraturan sekolahan ini, baju atasan yang tidak dimasukkan itu bukan berarti sebagai simbol berani berbuat kenakalan. Tapi disini menyimbolkannya sebagai berani untuk berbuat benar.

 

Pada hari Kamis, siswa dan siswi wajib memakai seragam lurik/batik/daerah. Pakaian ini digunakan pada berangkat masuk sekolah sampai jam pulang sekolah.



Pada hari Jumat, siswa dan siswi wajib memakai seragam kaos SMA Wijaya Putra Maroon. Pakaian ini digunakan pada berangkat masuk sekolah sampai jam pulang sekolah.

 

Di sekolah ini juga disediakan seragam panjang untuk siswi yang memakai jilbab dan terkadang juga ada siswa dan siswi yang tidak memakai jilbab memakai seragam panjang namun itu juga diperbolehkan asalkan rapi dan sesuai dengan kententuan sekolah. Berikut ini seragam yang digunakan pada setiap hari Senin-Jumat:

 

Hari Senin dan Selasa : memakai seragam putih abu-abu.

Hari Rabu : memakai seragam khusus sekolah berwarna krem.

Haru Kamis : memakai pakaian lurik/batik/adat.

Hari Jumat : memakai kaos maroon education for a better life

Seragam olahraga khas warna kuning-biru dipakai pada saat pelajaran olahraga dan kegiatan "Green and Clean" pada hari yang ditentukan.


Seragam Lain

Seragam Osis, Jurnalistik, tim ekstrakurikuler cheerleader, seragam tim basket, seragam tim futsal, seragam ju-jitsu dan seragam tim voli SMA Wijaya Putra dipakai pada saat kegiatan sekolah maupun kegiatan perlombaan. Seragam-seragam tersebut khusus dipakai untuk siswa-siswi yang mengikuti ekstrakulikuler yang berkaitan.

Khusus seragam jas lab ini hanya digunakan untuk siswa-siswi dengan jurusan IPA. Seragam jas lab ini digunakan pada saat jam pelajaran praktik dan pada saat kegiatan ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja saja serta sering digunakan untuk kegiatan perlombaan.


Penerapan budi pekerti

Sejak berganti nama menjadi SMA Wijaya Putra pada tahun 2004, penerapan budi dan pekerti semakin digalakkan di sekolah ini. Maka muncullah adanya berupa kertas pengamatan, kertas pengamatan ini fungsinya untuk mencatat segala amatan perilaku siswa dan siswi dalam lingkup sekolahan baik perilaku positif maupun negatif. Kertas amatan ini biasanya dipegang dan dicatat oleh guru pengamat, kertas amatan ini akan dicatat apabila ada perilaku siswa dan siswi yang melakukan perbuatan positif. Tapi ada juga guru pengamat yang menyuruh siswa/i-nya untuk menuliskan perilakunya ke dalam kertas amatan, apabila itu masih berada di dalam lingkungan sekolahan dan itu akan terus dicatat selama satu semester.

Hasil dari semua pengamatan siswa dan siswi yang telah tercatat di kertas amatan selama satu semester akan dicatat lagi dan dikumpulkan kedalam data base komputer yang berada di Kantor Pusat Bimbingan Konseling sekolah.

Hasil yang telah terkumpul di data base lalu akan dibagikan ke siswa dan siswi pada saat pembagian rapor